Kabut Asap mulai menyelimuti Desa Lidung Payau akibat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Selasa, 01 September
2026 di Desa Lidung Payau mulai tebal kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan
penuh dengan kabut asap hingga gunung di Seberang tidak terlihat jelas Warga Lidung Payau, Kalimantan Utara, Kabupaten Malinau, Elisabet,
mengungkapkan kondisi tempat tinggalnya yang dilanda kabut asap pekat akibat
kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, kabut asap bahkan masuk
hingga ke dalam rumah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut
membuat warga harus beradaptasi dengan buruknya kualitas udara yang terjadi
dalam beberapa hari terakhir.
“24 jam kami di sini
menghirup asap. Setiap pagi mulai kabut, akibatnya banyak warga yang sakit flu
demam," kata Elisabet.
Elisabet mengatakan, kabut
asap hampir setiap hari masuk ke rumahnya. Karena itu, ia terpaksa mengenakan
masker saat beraktivitas, termasuk ketika berada di dalam rumah. Tidak hanya
mengganggu pernapasan, kabut asap juga membuat jarak pandang di sekitar tempat
tinggalnya berkurang secara signifikan. Kondisi tersebut turut berdampak pada
aktivitas anak-anak sekolah. Elisabet mengatakan, anak-anak di daerah tempat
tinggalnya harus libur dan menunggu kabut asap berangsur menipis. Anak sekolah diliburkan
dan aktivitas belajar dari rumah saja mulai tanggal 20-23 september 2026.
Akibat dari Kebakaran
Hutan dan Lahan (Karhutla) mengakibatkan Masyarakat di Desa Lidung Payau banyak
yang menderita sakit flu, demam semenjak terjadinya kebakaran hutan dan lahan
tersebut. Adapun dampak lain akibat dari kabut asap dari kebakaran hutan dan
lahan ini mengakibatkan aktivitas warga terganggu, kebakaran hutan dan lahan
juga mulai mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan
penerbangan pesawat ditunda sekitar 2 minggu lebih mulai tanggal 12-21
september 2026, kabut asap sangat tebal pada waktu siang sampai sore hari, mataharipun
mulai terlihat warna orange akibat tertutup oleh kabut asap di Desa Lidung
Payau.
Pada sabtu, tanggal 22-24
oktober 2026 terjadinya cancel pesawat akibat dari kebakaran hutan dan lahan
lagi sehingga kabut asap menebal lagi hingga kini asap masih menyelimuti Kayan
Selatan.
Baca juga:
Kabut Asap mulai menyelimuti Desa Lidung Payau akibat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Kabut Asap mulai menyelimuti Desa Lidung Payau akibat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)