Kabut Asap mulai menyelimuti Desa Lidung Payau akibat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

1793329797431.jpg
Gambar: Kabut Asap di Desa Lidung Payau ( Sophia Erjam ) Sumber: https://www.lidungpayau.desa.id/

Selasa, 01 September 2026 di Desa Lidung Payau mulai tebal kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan penuh dengan kabut asap hingga gunung di Seberang tidak terlihat jelas Warga Lidung Payau, Kalimantan Utara, Kabupaten Malinau, Elisabet, mengungkapkan kondisi tempat tinggalnya yang dilanda kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, kabut asap bahkan masuk hingga ke dalam rumah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut membuat warga harus beradaptasi dengan buruknya kualitas udara yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“24 jam kami di sini menghirup asap. Setiap pagi mulai kabut, akibatnya banyak warga yang sakit flu demam," kata Elisabet.

Elisabet mengatakan, kabut asap hampir setiap hari masuk ke rumahnya. Karena itu, ia terpaksa mengenakan masker saat beraktivitas, termasuk ketika berada di dalam rumah. Tidak hanya mengganggu pernapasan, kabut asap juga membuat jarak pandang di sekitar tempat tinggalnya berkurang secara signifikan. Kondisi tersebut turut berdampak pada aktivitas anak-anak sekolah. Elisabet mengatakan, anak-anak di daerah tempat tinggalnya harus libur dan menunggu kabut asap berangsur menipis. Anak sekolah diliburkan dan aktivitas belajar dari rumah saja mulai tanggal 20-23 september 2026.

Akibat dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengakibatkan Masyarakat di Desa Lidung Payau banyak yang menderita sakit flu, demam semenjak terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut. Adapun dampak lain akibat dari kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan ini mengakibatkan aktivitas warga terganggu, kebakaran hutan dan lahan juga mulai mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan penerbangan pesawat ditunda sekitar 2 minggu lebih mulai tanggal 12-21 september 2026, kabut asap sangat tebal pada waktu siang sampai sore hari, mataharipun mulai terlihat warna orange akibat tertutup oleh kabut asap di Desa Lidung Payau.

Pada sabtu, tanggal 22-24 oktober 2026 terjadinya cancel pesawat akibat dari kebakaran hutan dan lahan lagi sehingga kabut asap menebal lagi hingga kini asap masih menyelimuti Kayan Selatan.

Bagikan post ini: