Giat Tahunan Acara Uman Undat Desa Lidung Payau
Giat Tahunan Acara Uman Undat Desa Lidung Payau
Oleh : Sophia Erjam
Pada tanggal Sabtu 02 Mei 2026 di Balai Desa Lidung Payau dilaksanakan acara Uman Undat.
Uman Undat merupakan tradisi atau upacara tahunan yang diadakan oleh suku dayak kenyah terutama di desa Lidung Payau upacara tersebut merupakan tempat pertemuan para tetua adat melaksanakan acara pesta panen atau syukuran setelah selesai panen padi dan serta membicarakan pembangunan persatuan dan musyawarah masyarakat. Dalam tradisi Uman Undat ada tradisi Pekatoq (Menasehati) pekatoq dikatakan menasehati satu orang atau banyak orang untuk dilakukan oleh orang tua dalam segala hal baik masyarakat maupun rumah tangga "Semangat terus dalam pertanian terutama menanam padi, berkebun sayur-sayuran, disertai gotong royong agar pekerjaan terasa lebih ringan gotong royong tetap di lestarikan kemudian janganlah sampai ada perebutan lahan/tanah ladang" ucap Bapak Pesengken salah satu penasehat. Hal ini sudah menjadi tradisi turun temurun.
Umen Undat biasanya dilakukan setelah panen padi, dan harus dilaksanakan setiap tahun karena itu sudah menjadi peraturan adat di desa Lidung Payau agar masyarakat bisa memulai ladang baru. Uman Undat dan langsung syukuran , karena sudah selesai panen padi yang dihasilkan setiap tahun, dan membagikan Undat kepada masyarakat yang sudah dimasak berupa beras yang digiling sampai berbentuk tepung yang dimasak dalam bambu. Cara memasak Undat kita hanya membutuhkan atau menggunakan bambu dan dicampurkan Garam atau Gula supaya ada rasa. Memasaknya dengan arang api supaya tidak gosong dan dimasak sampai matang.
Biasa sayur atau lauk yang dimakan bersama Undat dibawah masing-masing dari rumah, agar tidak terlalu repot mencari sayur atau lauk. Dan itu sudah kebiasaan orang-orang (warga masyarakat) setiap melaksanakan acara Uman Undat. Diacara tersebut Kepala Desa atau yang mewakili, Kepala Adat dan masing-masing ketua RT menyampaikan pendapat dan peraturan adat, serta para tamu undangan dari desa sebelah (Long Uro). Setelah Acara selesai akan di adakan makan bersama di dapur Balai desa Lidung Payau bersama sama para tamu undangan serta orang-orang tua.